post

Lulusan SMA dan Sarjana di Madiun Dibekali Ketrampilan Tambahan

Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun membekali lulusan SLTA dan sarjana dengan ketrampilan. Pelatihan dilakukan di UPT BLK Madiun, Jl. Sumatra Caruban. Pembukaan pelatihan yang diikuti ratusan peserta tersebut dilakukan Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, Rabu (30/10/2019).

“Anda sekalian termasuk orang-orang yang terpilih dari banyak pendaftar yang lolos. Karena itu patut disyukuri dan dipertahankan dengan kerja keras dan berdo’a,” kata Wakil Bupati Hari Wuryanto.

Dijelaskan, yang melatarbelangi pelatihan tenaga kerja lulusan SMA dan sarjana ini adalah agar mereka siap bersaing di pasar bebas, sesuai kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja. Apalagi tingginya tingkat penggangguran dan setiap tahun selalu bertambah secara signifikan membuat Pemkab Madiun mencari solusi.

Di lain pihak, tambah Wabup, keterbatasan lowongan kerja yang dapat menampung pencari kerja tidak berimbang. Hal tersebut menyebabkan kurangnya penyerapan tenaga kerja. Kondisi yang demikian menuntut pemerintah harus kreatif menelurkan program-program yang berbasis ekonomi, life skill maupun program lain untuk menekan angka pengangguran.

Dengan digelarnya kegiatan ketrampilan kali ini diharapkan setelah mendapatkan ilmu tambahan tersebut para peserta dapat mandiri dan tidak mengharapkan pada pekerjaan formal. Selain membekali ketrampilan yang berbasis kemandirian juga meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan standart yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Ini salah satu program dari pemkab dalam menjawab tingginya angka pengangguran. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, lulusannya mempunyai kemampuan tambahan,” terang H.Hari Wuryanto

post

​Penuhi Kebutuhan PT Global Way, Disnaker Madiun Latih 200 Calon Naker

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk menindaklanjuti laporan kebutuhan tenaga kerja menjahit sepatu di PT Global Way Indonesia. Penyiapan tenaga kerja itu diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan menjahit bagi calon-calon tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi dan standar yang dibutuhkan.

Pelatihan berlangsung selama 20 hari (15 Oktober – 5 Nopember 2019) bertempat di aula Disnaker Kabupaten Madiun dengan instruktur bersertifikat dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan bahwa para pekerja harus membawa nama baik Kabupaten Madiun serta harus meningkatkan kualitas dalam bekerja.

“Banyak yang ingin bekerja diperusahaan ini, sehingga harus mencintai pekerjaan, apapun pekerjaan itu. Agar iklim investasi di Kabupaten Madiun baik, kita ciptakan pekerja- pekerja yang baik, semangat dengan mencintai pekerjaannya. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang istikomah, dan jangan lupa beribadah,” ucapnya.

Lebih lanjut dia katakan, sesuai visi Kabupaten Madiun yaitu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun, ini adalah langkah Pemkab Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun.

Bupati juga berpesan kepada para investor untuk mengutamakan para pekerja masyarakat asli Madiun.

“Jangan sampai setelah bekerja nanti merusak nama perusahaan. Manfaatkan yang sudah kita dapat sekarang ini, dan setelahnya anda diterima disin i jangan sampai ada yang sombong. Disampaikan dengan baik kepada teman atau rekannya yang belum diterima di PT. Global Way Indonesia,” pungkasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Ir. Wijanto Djoko Poernomo mengatakan, sampai akhir Desember nanti pihaknya akan memberikan pelatihan kepada 200 calon tenaga kerja secara bertahap. Pelatihan angkatan pertama dilaksanakan dari 15 Oktober s/d 5 Nopember 2019 diikuti 50 peserta, angkatan selanjutnya 8 Nopember dan 11 Nopember 2019 masing-masing 50 peserta.

Pada pembukaan pelatihan, Selasa (15/10/2019) Wijanto Djoko Poernomo menyebutkan, sebenarnya ada 350 pencari kerja yang mendaftar, namun PT Global Way Indonesia produsen sepatu untuk ekspor itu hanya membutuhkan 300 karyawan.

“Kemudian yang langsung di Global Way itu 300 orang. Kemudian dari Global Way sudah sepakat dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun akan diambil secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi perusahaan Global Way,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Madiun. Sesuai data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Kabupaten Madiun mencapai 3,84 persen atau sekitar 14.500 orang. Sejumlah peserta pelatihan itu nantinya akan mendapatkan sertifikasi dan langsung bekerja di PT Global Way Indonesia.

Menurut Ketua Aprisindo Jawa Timur, Ali Mas’ud, dan jika setelah bekerja di perusahaan sepatu selama beberapa tahun, sejumlah dari mereka bisa menjadi supervisor atau bahkan manajer.

“Kalau nanti SDM ini setahun dua tahun bekerja di pabrik, akan kita tingkatkan menjadi calon-calon supervisor. Jadi kabag pabrik, jadi mandor pabrik. Jadi SDM-nya dari orang Madiun untuk orang Madiun

post

Pemkab Madiun-Asperindo, Gelar Pelatihan Pembuatan Sepatu

Pemkab Madiun, Jawa Timur, melalui Dinas Tenaga Kerja, mengadakan pelatihan kerajinan sepatu di Balai Pelatihan Disnaker Kabupaten Madiun, Selasa 15 Oktober 2019.

Ada 50 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka adalah warga Kabupaten Madiun yang lolos seleksi di PT. Global Way Indonesia, sebuah industri dibidang kerajinan sepatu yang ada di wilayah Kecamatan Pilanglangkenceng, Kabupaten Madiun.

“Ini merupakan komitmen kerjasama Pemkab Madiun dengan investor yang ada di Kabupaten Madiun untuk menggunakan tenaga kerja lokal asli Kabupaten Madiun,” jelas Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo, usai kegiatan pelatihan sepatu.

Menurutnya lagi, maksud dan tujuan pelatihan ini diantaranya untuk menyiapakan tenaga kerja siap pakai bagi PT. Global Way Indonesia dan upaya pengentasan pengangguran serta kemiskinan dengan memberikan pelatihan sesuai dengan kualifikasi dan standart yang dibutuhkan.

Pelatihan ini, merupakan tahap pertama yang akan dilaksanakan hingga bulan Desember mendatang dan dilatih oleh Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aperindo) Jawa Timur.

Sementara pembiayaan kegiatan ini merupakan anggaran dana dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan yang pelaksanaan bekerjasama dengan PT Asperindo Jawa Timur.

“PT. Global Way Indonesia sepakat dengan Disnaker akan dilakukan perekrutan secara bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Aprisindo Jawa Timur, Ali Mas’ud, mengatakan, pelatihan ini merupakan Diklat 3 in 1 berbasis kompetisi jahit upper alas kaki. Para peserta ini dilatih, disertifikasi dan langsung bekerja.

“Pelatihan ini penting. Selain pelatihan juga untuk membentuk karakter kepribadian pekerja, kejujuran juga akan dilihat disini. Setelah 20 hari pelatihan, setiap pekerja yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan uang transport dari PT Asperindo Jatim,” kata Ali.

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, berharap para pekerja membawa nama baik Kabupaten Madiun serta harus meningkatkan kualitas dalam bekerja.

“Banyak yang ingin bekerja di perusahaan ini, sehingga harus mencintai pekerjaan, apapun pekerjaan itu. Agar iklim investasi di Kabupaten Madiun baik, kita ciptakan pekerja- pekerja yang baik, semangat dengan mencintai pekerjaannya. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang istikomah, dan jangan lupa beribadah,” tutur H. Ahmad Dawami.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, sesuai visi Kabupaten Madiun yaitu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ini adalah langkah Pemkab Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati uga berpesan kepada para investor untuk mengutamakan para pekerja masyarakat asli Madiun.

“Jangan sampai setelah bekerja nanti merusak nama perusahaan. Manfaatkan yang sudah kita dapat sekarang ini, dan setelahnya anda diterima disini jangan sampai ada yang sombong. Disampaikan dengan baik kepada teman atau rekannya yang belum diterima di PT. Global Way Indonesia,”