post

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk menindaklanjuti laporan kebutuhan tenaga kerja menjahit sepatu di PT Global Way Indonesia. Penyiapan tenaga kerja itu diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan menjahit bagi calon-calon tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi dan standar yang dibutuhkan.

Pelatihan berlangsung selama 20 hari (15 Oktober – 5 Nopember 2019) bertempat di aula Disnaker Kabupaten Madiun dengan instruktur bersertifikat dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan bahwa para pekerja harus membawa nama baik Kabupaten Madiun serta harus meningkatkan kualitas dalam bekerja.

“Banyak yang ingin bekerja diperusahaan ini, sehingga harus mencintai pekerjaan, apapun pekerjaan itu. Agar iklim investasi di Kabupaten Madiun baik, kita ciptakan pekerja- pekerja yang baik, semangat dengan mencintai pekerjaannya. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang istikomah, dan jangan lupa beribadah,” ucapnya.

Lebih lanjut dia katakan, sesuai visi Kabupaten Madiun yaitu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun, ini adalah langkah Pemkab Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun.

Bupati juga berpesan kepada para investor untuk mengutamakan para pekerja masyarakat asli Madiun.

“Jangan sampai setelah bekerja nanti merusak nama perusahaan. Manfaatkan yang sudah kita dapat sekarang ini, dan setelahnya anda diterima disin i jangan sampai ada yang sombong. Disampaikan dengan baik kepada teman atau rekannya yang belum diterima di PT. Global Way Indonesia,” pungkasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Ir. Wijanto Djoko Poernomo mengatakan, sampai akhir Desember nanti pihaknya akan memberikan pelatihan kepada 200 calon tenaga kerja secara bertahap. Pelatihan angkatan pertama dilaksanakan dari 15 Oktober s/d 5 Nopember 2019 diikuti 50 peserta, angkatan selanjutnya 8 Nopember dan 11 Nopember 2019 masing-masing 50 peserta.

Pada pembukaan pelatihan, Selasa (15/10/2019) Wijanto Djoko Poernomo menyebutkan, sebenarnya ada 350 pencari kerja yang mendaftar, namun PT Global Way Indonesia produsen sepatu untuk ekspor itu hanya membutuhkan 300 karyawan.

“Kemudian yang langsung di Global Way itu 300 orang. Kemudian dari Global Way sudah sepakat dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun akan diambil secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi perusahaan Global Way,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Madiun. Sesuai data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Kabupaten Madiun mencapai 3,84 persen atau sekitar 14.500 orang. Sejumlah peserta pelatihan itu nantinya akan mendapatkan sertifikasi dan langsung bekerja di PT Global Way Indonesia.

Menurut Ketua Aprisindo Jawa Timur, Ali Mas’ud, dan jika setelah bekerja di perusahaan sepatu selama beberapa tahun, sejumlah dari mereka bisa menjadi supervisor atau bahkan manajer.

“Kalau nanti SDM ini setahun dua tahun bekerja di pabrik, akan kita tingkatkan menjadi calon-calon supervisor. Jadi kabag pabrik, jadi mandor pabrik. Jadi SDM-nya dari orang Madiun untuk orang Madiun

This entry was posted in Berita.